Minggu, 19 Februari 2012

EMPAT – 4. SELAMAT PAGI, MATA



“Kejutan itu datang. Satu renyah sapa, gulingkan pekat pagiku. Hai, kamu…pemilik senyum sahaja. Aku rindu setengah sadar.” – Moammar Emka (no.69 hal.129)

“Mata malas terjaga. Terlalu cepatkah untuk bilang selamat tidur? Lelah boleh menjamah, tapi pikiranku masih saja menjelajah jauh ke negerimu. Andai saja kamu ada, seketika kurengkuh lena.” – Moammar Emka (no.72 hal.130)

”Cinta tak selalu cukup, hanya butuh dimengerti.” Demikian, kata pagi untuk sendiriku. – Moammar Emka (no.74 hal.131)

“Terjaga seketika. Malam telah berganti pagi. Ada yang hilang dari, entah. Mungkin, kamu dan harapan untuk bersatu lagi.” – Moammar Emka (no.76 hal.131)

Dan….ada lirih seketika yang menampar ketermanguan. Kosong kudekap, di pagiku yang sunyi – tanpanya;dalam dekat, dalam jarak. Kutelan pedih yang menggiring sendiriku di tempias getar yang tak bergemuruh meski membentur bibir ombak. Aku pasrah dan semoga aku belum kalah. – Moammar Emka (no.91 Dear you, Lirih Seketika hal.134)


TIGA – 3.SELAMAT MALAM, CINTA

“Boleh pinjam bahumu, sejenak saja. Aku ingin rebah dan terlelap. Terlalu lelah, mataku terjaga untukmu sampai detik ini.” – Moammar Emka (no.24 hal.84)




Tentangmu yang tak mampu kutepikan, apalagi kulupakan. Tentangmu yang setia kujaga dan kusimpan rapi di sudut hati terdalam. Inilah kuasa pilihanku. Inilah yang tertulis di hatiku : aku mencintaimu. – Moammar Emka (no.81 hal.102)

“Dalam debam hasrat yang merunduk malu, berpeluh inginku menumpahkan gelisah ini di dadamu. Goodnight, you. Sebaris sapamu, kupercaya bisa cairkan senyumku.” – Moammar Emka (no.94 hal.105)


DUA – 2. BEGINILAH RINDU KUBAKUKAN

“Yang tersisa, mungkin hanya rindu yang mengulum waras logika. Ada padamu, kunanti sekaligus kubenci” – Moammar Emka (no.27 hal 50)




“Masihku di sini-sendiri. Menurut bilur-bilur rindu yang tertinggal. Ada padamu, pasti! Dan kuingkari.” – Moammar Emka (no.29 hal.51)

“TUHAN, TEMANIKU DALAM GELISAH INI. ITU SAJA.” – Moammar Emka (hal.52)

“Rindu kesumat. Merajalela di batas angkuh yang mengunci bibir untuk bertanya tentangmu. Apakah kau mengecap rasa yang sama? Andai saja.” – Moammar Emka (no.32 hal.53)

“Meredam kata-kata. Kusapih rindu untuk sementara. Mengendapkannya dalam diam, menunggu perjumpaan menurut nyata. Lalu, menumpahkannya tanpa sisa.” – Moammar Emka (no.37 hal.54)

“Bertahan dalam diam. Membiarkan rindu itu memungut indah dalam kesakitannya. Aku rela.” – Moammar Emka (no.39 hal.55)

“Dalam sadarku, telah kusunting luka. Dalam takutku, berlariku menjauh darimu. Dalam lukaku, ada rindu yang tak padam – untukmu juga.” – Moammar Emka (no.40 hal.55)

Dear you,
Jika Itu Cinta,
Usahlah Ditanya
Lebih karena mencintaimu adalah karunia, aku pun memutuskan untuk tidak mengacuhkan seribu tanya mengapa kemudian memilihmu.
Toh tak ada jawaban yang tepat untuk setiap langkah kakiku yang merindu pulang menuju dirimu. Juga tak ada alasan pasti mengapa aku selalu ingin rebah manja di dadamu. Sudah lama aku berhenti bertanya, berhenti menjawab. Karena semua itu hanya akan membuatku meragu. – Moammar Emka (no.41 hal.56)

“Rindu yang tertanam, bukan  pura-pura. Tinggal tunggu waktu saja meluapkannya tanpa sisa, di dekatmu.” – Moammar Emka (no.43 hal.57)

“Rindu dan kamu itu seperti angin. Tak bisa kulihat, tapi kurasakan kehangatan juga kegelisahannya.” – Moammar Emka (no.53 hal.61)

“Membunuh rindu jelas bukan pilihan. Sama saja memutuskan jembatan menuju kebahagiaan bersamamu.” – Moammar Emka (no.60 hal.63)

“Lagi. Ketika diam menengahi langit, ketika kosong hati meliat raga dan pikiran, rindu itu menggugat,lagi.” – Moammar Emka (no.70 hal.65)

Jika boleh memilih, aku membutuhkan rindu sebagai kata keramat yang ingin kudengar dari bibirmu, setiap hari. Seperti berpuluh malam yang kita pahat dengan napas surgawi. Seperti berpuluh mimpi yang kita hias dengan warna pelangi. – Moammar Emka (no.71 hal.66)

“Karena kata hanya perantara, tak bisa seutuhnya. Biarkan rasa yang bicara dari kediamannya, detik ini. Masih. Rindu ini, untukmu.” – Moammar Emka (no.73 hal.67)

“Aku telah jatuh menelan rindu ini. Terlalu sakit, memang. Tapi aku tak jera untuk terus berada dalam jerat kesakitan ini.” – Moammar Emka (no.94 hal.72)

SATU – 1. DEMI APA? DEMIKIAN AKU MENCINTAIMU

“Ini yang tertulis di hatiku, aku mencintaimu. Titik. [tanpa koma]”  – Moammar Emka (no.5 hal.1)

“Ada dan tiada – bagimu, rasa itu tetap kujaga. Tersimpan rapi dalam bejana pengharapan. Di suatu masa, siapa tahu, akan hadir kesempatan kedua bagi cinta kita.” – Moammar Emka (no.19 hal.7)



“Masih… setiap kali sunyi mematuk sendiri, kamu pun hadir tanpa permisi. Masih dan selalu begitu.” – Moammar Emka (no.27 hal.10)

“Seperti masuk dalam labirin, setiap kali kucoba mengurai segala tentangmu. Sesatku di persimpangan jalan. Menunggu dalam ketidakpastian!” – Moammar Emka (no.33 hal.13)

“Dalam labirin hatimu, aku masih kukuh berdiri. Menanti! Pergi atau…setia bernaung dalam mata bening?!” – Moammar Emka (no.37 hal.14)

“Terima kasih telah masuk ke dalam pintuku. Bukannya aku ingin menguncimu, tapi…bisa kamu tinggal kamu tinggal selamanya?” – Moammar Emka (no.47 hal.17)

DEAR YOU – MOAMMAR EMKA ,13 Januari 2012






Pada hari itu aku membeli sebuah buku novel, karangan Moammar Emka “DEAR YOU”. Sebanarnya gak sengaja juga beli buku ini. Waktu itu niatnya cuma ngantar kakak aja yang mau beli buku tentang THT. Nah loh pas di gramedia ternyata gak ada itu buku yang dicari, alhasil aku deh yang tertarik beli buku “DEAR YOU” yang pernah aku tahu judul buku baru itu lewat twitternya Gagas Media. Langsung cuss beli deh. Awalnya aku kira bukunya bercerita tentang cerita fiksi/non fiksi yang mengharukan hati seperti biasanya. Ehhh sampai kost, tak buka bungkus bukunya, tak liat tengah-tengah buku sampai akhir isinya puisi-puisi dengan kata-kata puitis dan indah sekali. Bukannya kecewa, tapi malah senang banget karena emang dari akunya sendiri suka sama yang namanya puisi.hehehe.. it’s not disappointing me. I was very interested by Moammar Emka’s words. So beautiful and deeply explain how to love and to be loved.  Maybe I liked it because there’re  many words I got what does it means. Jlebb banget..hahahaa *curhat*
Sebenarnya sih bukan curhatan semua loh.. Cuma kebanyakan kata2 itu yang aku suka, bukan karena apa-apa, yahh puitis banget sih..:D apalagi pas aku mention moammar emka di twitter, aku intinya bilang minta ijin posting beberapa banyak kata2nya yang ada di Dear You buat aku pajang di blog probadi, dibales tuh mentionku, katanya silahkan :) hahahaa..senangnyaaa..
And I want to write “my favorite words” by Moammar Emka in this area. I don’t wanna lose those words.

Senin, 13 Februari 2012

MANA YANG HARUS DIPERCAYA?

Perasaan dilema tak pernah absen menghampiri
Terlebih lagi jika suatu hal datang dan memang bisa menghasilkan kebimbangan
Ada dan tiada di waktu yang tepat sekaligus tidak tepat, juga.
Membagi ceritanya,
Namun tetap saja
Yang namanya hati, siapa tahu?

Satu berkata tinggalkan
Dua berkata bertahanlah
Tiga berkata coba bersabar dan cari kebenarannya

Dan aku..memilih untuk bertahan dan diam!


Jangan bertanya kenapa aku memilih hal itu
Aku tak akan bisa menjawab
Yang pasti, aku sudah lama mengenalnya
Namun, hanya satu hal yang memang aku benar2-benar tidak tahu
Dan entah kenapa,
Aku tak pernah mencari tahu
Sedangkan dia juga tak pernah member tahu
Begitu juga sebaliknya…

Aku ingin melepasnya
Hanya saja tali ini sulit untuk diputuskan
Aku ingin menjauh
Tapi tangan ini tak pernah bisa mengayuh
Aku merasa lelah
Namun bisikan semangat terus membuncah

DUA KATA

DUA KATA

Dua kata, yang tak pernah terucap darimu sebelumnya
Dua kata, yang tak pernah kuduga
Namun, selalu diharapkan


Banyak sekali kata,
Yang berada pada posisi diinginkan dan tidak dinantikan
Diantara itu, ada satu hal yang pasti
Aku jarang merasa sedih
Saat menerima banyak kata itu
Meskipun tak sedikit yang tidak memberikan arti lebih

Dua kata,
menghampiri pada waktu prediksiku, yang tapi tak kusadari
diawali dengan banyak kata yang sering aku dapatkan darimu
Biasa..
Biasa membuat hati senang

Dua kata,datang pada saat yang tepat
Tidak bisa langsung kusaksikan suaranya
Hanya bisa ku baca
Dan tetap bisa mengubah sisi-sisi yang terbiasa tak diubah

About Me :

Foto saya
Mantan Pelajar di SMAN 2 Madiun // Public Health Universitas Airlangga Surabaya // Bekerja untuk Indonesia Suka Makan // Suka Travelling // Suka Rame2 // Suka Baca Novel // Suka Nonton Film // Suka Galak // IG - Twitter : @yohanratihfe